Riau Biru

  • Breaking News

    Riau bebas titik api dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 1 April 2019, Diakses pukul 13.00 WIB) --- BNPB imbau masyarakat Riau untuk siaga antisipasi karhutla seiring dengan masuknya musim kemarau pada April ini --- Riau Biru menerima tulisan dari pemirsa dengan tema lingkungan hidup hingga 24 Mei 2019. Tulisan berkisar 550 hingga 850 kata dan dikirimkan pada email Riau Biru

    Tinjauan Ringkas Titik Panas di Kawasan Bukit Batu-Bandar Laksamana dan Provinsi Riau Pada Triwulan 1 Tahun 2019

    Triwulan pertama tahun 2019 menjadi peringatan awal untuk kemarau di dua triwulan berikutnya seiring dengan jumlah temuan titik panas yang besar dan kebakaran yang telah menghanguskan ribuan hektar lahan di Provinsi Riau

    Bukit Batu dan Bandar Laksamana merupakan salah satu lokasi lahan gambut dalam di pesisir Sumatera. Keduanya secara administratif berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Wilayah ini didera kebakaran hutan dan lahan hebat pada tahun 2014-2016 dan menyisakan ribuan hektar lahan yang mengalami kerusakan hidrologi dan penurunan muka tanah (land subsidence) pada areal terbakar. El Nino dan pembiaran praktek tata kelola lahan gambut yang salah selama belasan tahun didapuk menjadi penyebab utama malapetaka tersebut.

    Selama beberapa tahun selanjutnya, jumlah titik panas menurun dengan signifikan. Dukungan pemerintah, intervensi berbagai lembaga, dan komitmen pihak lokal berhasil mengurangi kejadian kebakaran lahan di kawasan tersebut.

    Memasuki tahun 2019, terjadi peningkatan jumlah hotspot dan kejadian kebakaran baik di tingkat kecamatan maupun provinsi. Satelit Aqua dan Terra MODIS NASA mendeteksi terdapat total 38 titik panas yang terdeteksi dari tanggal 1 Januari - 31 Maret 2019 di wilayah kedua kecamatan tersebut. Sebaran terbesar titik panas tersebut berada di Desa Bukit Kerikil, Desa Bukit Batu, dan Desa Dompas. Mayoritas confidence level dari hotspot tersebut berada pada kisaran 31-70%.

    Berdasarkan observasi langsung tim WWF dan PSB UNRI di lapangan, kebakaran lahan terjadi di kawasan tersebut dengan luasan terdampak hingga dua hektar dalam kurun waktu 3 bulan. Pada bulan Januari kebakaran terjadi di Desa Pakning Asal dan Desa Batang Duku, bulan Februari di Desa Buruk Bakul, dan Desa Sepahat pada bulan Maret. Keempat kejadian kebakaran tersebut dapat ditanggulangi dengan cepat oleh MPA setempat dan pihak-pihak terkait sehingga api tidak menjalar lebih jauh. Kebakaran lahan yang hanya menghanguskan sekian ratus meter persegi saja juga sempat terjadi di Desa Api Api dan Desa Dompas.  

    Meskipun faktanya mengalami peningkatan dua kali lipat jumlah titik panas terdeteksi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, kawasan ini secara umum lebih "dingin" ketimbang sebagian besar wilayah pesisir Riau lainnya. Kebakaran telah menghanguskan masing-masing ratusan hektar di Dumai, Rupat, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, dan Pulau Bengkalis yang kesemuanya berada tidak jauh dari Bukit Batu dan Bandar Laksamana.  


    Dalam triwulan pertama ini saja, sudah tercatat total 2042 titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau dengan 964 titik (47%) diantaranya berada pada rentang tingkat kepercayaan 70-100%. Jumlah ini meningkat 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencatatkan 496 titik. Dari angka tersebut, persentase yang memiliki tingkat kepercayaan diatas 70% sebanyak 168 titik, 31-70% sebanyak 271 titik, dan 0-30% sebanyak 57 titik.

    Catatan:

    Data diatas diperoleh dari satelit Terra-Aqua Modis Lance C6 dengan melihat sebaran titik panas di Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana serta Provinsi Riau secara keseluruhan pada rentang waktu dari hari Selasa tanggal 1 Januari 2019 hingga Minggu tanggal 31 Maret 2019.

    Disamping keterbatasan kemampuan deteksi satelit, ketidakjelasan batas resmi antar desa di Kecamatan Bukit Batu-Bandar Laksamana dan sekitarnya juga menjadi penyebab adanya beberapa ketidaksesuaian antara data satelit tersebut dengan kondisi di lapangan. Sebaran titik panas berpotensi api yang banyak di Dompas misalnya, berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan pihak setempat justru kebakaran lahan terjadi di sebuah desa yang berada di Kecamatan Siak Kecil dan memang berbatasan dengan Desa Dompas. Pada kasus lainnya kebakaran di Desa Buruk Bakul tidak terdeteksi oleh data MODIS, namun terdeteksi oleh data VIIRS yang menggunakan satelit SNPP.

    Devindra Oktaviano 
    devin.oktaviano@outlook.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad