Riau Biru

  • Breaking News

    Riau bebas titik api dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 1 April 2019, Diakses pukul 13.00 WIB) --- BNPB imbau masyarakat Riau untuk siaga antisipasi karhutla seiring dengan masuknya musim kemarau pada April ini --- Riau Biru menerima tulisan dari pemirsa dengan tema lingkungan hidup hingga 24 Mei 2019. Tulisan berkisar 550 hingga 850 kata dan dikirimkan pada email Riau Biru

    Terpantau Minim Titik Panas, Riau Tetap Siaga Karhutla Memasuki Bulan April

    Titik panas menurun signifikan dalam beberapa hari terakhir namun pemerintah prediksi musim panas mulai jatuh pada April ini


    Pekanbaru (01/04) - Pusat Informasi Titik Panas (Hotspot) LAPAN mencatat sejak tanggal 31 Maret kemarin hingga hari ini tidak terdeteksi satu titik panas pun di Provinsi Riau. Kondisi ini melanjutkan tren penurunan jumlah titik panas sejak seminggu terakhir seiring dengan tuntasnya pemadaman kebakaran lahan di Dumai dan Kepulauan Meranti. 

    Pantauan Riau Biru via situs BMKG menunjukkan kondisi berhujan di banyak wilayah sangat membantu mengeliminasi jumlah hotspot sekaligus menekan peluang munculnya potensi kebakaran baru. Prakiraan cuaca yang dirilis BMKG tersebut bahkan menunjukkan hari pertama bulan April harus disambut dengan hujan di 11 dari 12 kabupaten/kota se-Riau.

    Dampak dari berkurangnya kebakaran dalam seminggu terakhir dapat dirasakan dari membaiknya kualitas udara. Sebelas stasiun parameter tingkat pencemaran (ISPU) KLHK menunjukkan kualitas udara di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning ini berada pada level hijau atau sangat sehat.

    Namun demikian kondisi cuaca ini tidak akan bertahan lama mengingat BMKG juga telah memperkirakan musim kemarau akan masuk pada bulan ini. Musim kemarau tahun ini juga diikuti dengan potensi El Nino yang lima tahun lalu menjadi biang terjadinya kebakaran lahan masif di Riau. 

    Prakiraan hujan dasarian yang dipublikasikan BMKG akhir Maret lalu juga menampilkan kondisi rata-rata curah hujan menengah pada bulan April di hampir seluruh wilayah Indonesia. Lebih lanjut data tersebut juga memperkirakan wilayah pesisir Riau yang notabene merupakan lahan gambut yang gampang terbakar berada di zona merah atau wilayah bercurah hujan rendah hingga sangat rendah.

    Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengambil langkah preventif terkait potensi karlahut pada bulan ini. Dalam siaran persnya melalui situs lembaga tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menghimbau masyarakat Indonesia khususnya di wilayah rawan yakni Kalimantan Timur dan Riau untuk meningkatkan kesiagaan dan mulai mengambil langkah antisipasi. Beliau menambahkan lembaganya akan terus melaksanakan pemantauan potensi kebakaran lahan di daerah-daerah rawan tersebut disamping penanggulangan seperti yang telah dilakukan terhadap kebakaran di Bengkalis dan Dumai beberapa waktu lalu.

    Gubernur Riau, Syamsuar, pada akhir Februari lalu di sela-sela pelantikannya juga telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus pada mitigasi karhutla di wilayahnya. Instruksi ini telah ditindaklanjuti dengan mengintensifkan sosialisasi dan menggalang kerjasama antar pemangku kepentingan pada sebulan pertama masa kerjanya.

    Diharapkan dengan adanya stimulus dan komitmen dari pemerintah dan didukung langkah kooperatif dari masyarakat, tren positif hari ini dapat berlanjut terus kedepannya.

    Pewarta : Devindra Oktaviano 
    Editor    : Devindra Oktaviano 
    © Riau Biru

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad