Riau Biru

  • Breaking News

    Riau bebas titik api dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 17 Mei 2019, data pukul 13.15 WIB) --- 11 stasiun ISPU KLHK di Provinsi Riau seluruhnya tunjukkan kualitas udara berada pada level hijau/sangat sehat (data tanggal 17 Mei 2019)

    Profil Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sejangat

    Kantor MPA Desa Sejangat. Foto: Dokumentasi pribadi
    Desa Sejangat merupakan sebuah desa di wilayah Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dengan luas sekitar 32 km2 (data BPS 2018, masih tergabung dengan Desa Pakning Asal). Desa yang kini dipimpin Bapak Iswadi ini berbatasan dengan Desa Dompas di selatan dan Desa Pakning Asal di utara. Desa tesebut dapat dicapai dengan perjalanan darat selama tiga setengah jam dari Kota Pekanbaru.

    Sejarah dan Struktur Organisasi

    Lembaga Masyarakat Peduli Api (MPA) Sejangat dibentuk oleh pemerintah desa Sejangat pada tahun 2014 ketika wilayah Bukit Batu dan sekitarnya didera kebakaran lahan gambut hebat. Selama empat tahun pertama, MPA Sejangat dipimpin oleh Bapak Saharuddin dengan anggota berjumlah 7 orang. Pada paruh kedua tahun 2018, kepala desa membentuk fomasi baru MPA Sejangat dengan pembaharuan pada seluruh personil MPA.

    Foto bersama jajaran personil MPA Desa Sepahat bersama perangkat desa. Foto: Dokumentasi MPA Sejangat
    Syaiful, salah seorang pemuda desa yang sudah berpartisipasi aktif dalam kegiatan patroli dan pemadaman kebakaran di desanya sejak tahun 2014, ditunjuk menjadi personil aktif MPA sekaligus menjabat sebagai ketua MPA di desanya. Dibawah binaan langsung kepala desa, Syaiful dan enam anggotanya melanjutkan kerja pencegahan dan penanggulangan cepat kebakaran lahan di desanya terutama menghadapi tahun 2019 yang diprediksi sebagai tahun terpanas dan berpotensi El Nino – pemicu kekeringan ekstrim di lahan gambut yang mudah terbakar.

    Operasional dan Fasilitas

    Data FIRMS MODIS NASA tahun 2015-2018 menunjukkan hanya terdapat lima titik api di Desa Sejangat selama 4 tahun tersebut (confidence level 30%). Kebakaran yang melanda desa ini juga tidak luas seperti kebakaran terakhir pada tahun 2018 yang menurut penuturan MPA setempat melahap sekitar 2 hektar lahan dan membutuhkan hanya dua hari pemadaman-pendinginan. Namun demikian, MPA Sejangat tetap menggelar patroli ke wilayah rawan kebakaran setiap harinya terutama pada musim kemarau dengan jumlah personil sebanyak dua orang setiap patrolinya. Diantara daerah pengamatan anggota regu tersebut adalah lahan kosong di sekitar jalan Ahmad Yani, jalan Cemetik, jalan lingkar dan sepadan konsesi perusahaan Surya Dumai.

    Dokumentasi kegiatan patroli lahan oleh MPA Sejangat. Foto: Dokumentasi MPA Sejangat
    MPA Sejangat belum memiliki format pelaporan hasil patroli dan temuan lapangan yang memadai. Tetapi setiap kegiatan patroli atau pemadaman telah terekam dengan cukup baik melalui foto ataupun video yang diambil secara personal oleh masing-masing anggota. Laporan hasil patroli lapangan oleh MPA Sejangat juga dikoordinasikan dengan anggota Babinsa setempat. 

    Usaha pemadaman telah difasilitasi dengan adanya 6 unit alat pemadam baik dalam bentuk mesin apung maupun mesin pompa air reguler. Desa Sejangat tidak memiliki sekat kanal yang menjadi sumber air utama untuk pemadaman kebakaran lahan seperti yang umum ditemui di desa-desa lainnya. Oleh karena itu, para anggota MPA mengandalkan puluhan unit embung yang pembangunannya dibantu oleh masyarakat sekitar.  


    Peralatan pemadaman kebakaran milik MPA Desa Sejangat. Foto: Dokumentasi MPA Sejangat
    Pada tahun 2017, WWF memberikan bantuan satu unit alat pemadam kebakaran untuk pemakaian bersama desa Pangkalan Jambi, Dompas, Pakning Asal, dan Sejangat. Disamping itu, lembaga tersebut juga mendapat bantuan 1 unit ponsel Android dari WWF Indonesia untuk mendukung kapasitas teknologi dan komunikasi mereka pada 2018 lalu. Pemerintah desa sendiri menganggarkan dua puluh juta Rupiah per tahun untuk operasional patroli dan pemadaman. Administrasi dan pelaporan kelembagaan MPA diemban langsung oleh pihak pemerintah desa.

    Pendidikan dan Pelatihan

    Pelatihan keterampilan khusus bersertifikat menjadi krusial bagi MPA Sejangat mengingat kepengurusan yang baru dibentuk tahun 2018 lalu diisi oleh personal yang baru pertama kali bergabung dalam lembaga tersebut. Pada tahun 2017 lalu, di bawah kepengurusan Saharuddin, para anggota mendapatkan pelatihan dari PSB UNRI tentang penggunaan aplikasi Avenza Maps untuk perekaman titik dan perjalanan di lapangan. Kegiatan yang merupakan bagian skema kegiatan WWF tersebut ditindaklanjuti dengan seminar pencegahan karhutla di Pekanbaru bagi MPA dan para pemangku kepentingan terkait di kawasan Bukit Batu.


    Ketua MPA Sejangat (kedua dari kiri) mengikuti pelatihan "safetyman" yang ditaja oleh Pertamina pada September tahun lalu. Foto: Dokumentasi MPA Sejangat
    Pada tanggal 10-19 September 2018, MPA Sejangat mengikuti pelatihan Safetyman yang diselenggarakan oleh Pertamina. WWF juga melanjutkan pemberdayaan kepada MPA pada periode kedua dengan memberikan pengenalan dan pendampingan operasional alat deteksi dini kebakaran lahan (Early Warning System) bersama PSB UNRI pada 23 November 2018. 

    Tantangan dan Harapan 

    Tantangan dalam hal operasional pemadaman kebakaran di Desa Sejangat tidak signifikan mengingat wilayah desa tersebut tidak begitu luas. Kemungkinan kebakaran masif bisa diperkirakan berasal dari desa lainnya yang merambat hingga ke Sejangat. Tantangan utama muncul dari kapasitas anggota yang mana seluruhnya merupakan anggota baru yang mayoritas belum pernah menerima pelatihan sama sekali. 

    Isu kesejahteraan masih merupakan harapan utama yang banyak dikemukakan oleh anggota MPA yang ditemui di banyak desa. Status organisasi dan skema alokasi anggaran yang berlaku hingga saat ini tidak memungkinkan penggajian maupun insentif bagi anggota MPA. Ketua MPA, Syaiful, dalam wawancaranya dengan penulis menambahkan, untuk bantuan fasilitas alat, regunya membutuhkan sepeda motor operasional dan kendaraan transportasi alat-alat pemadam kebakaran di lapangan.

    PENULIS: Devindra Oktaviano (devin.oktaviano@outlook.com)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad