Riau Biru

  • Breaking News

    Riau bebas titik api dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 17 Mei 2019, data pukul 13.15 WIB) --- 11 stasiun ISPU KLHK di Provinsi Riau seluruhnya tunjukkan kualitas udara berada pada level hijau/sangat sehat (data tanggal 17 Mei 2019)

    FOTO: Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Sepahat - Kab. Bengkalis Pada 12-14 Maret 2019

    Kebakaran lahan terjadi di Desa Sepahat pada tanggal 12 Maret 2019 yang menghanguskan total 2 hektar lahan perkebunan masyarakat di Dusun Murni. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia

    Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sepahat berjibaku memadamkan kebakaran lahan. Karakteristik lahan gambut sangat memungkinkan api merambat hingga ke bawah tanah sehingga pemadaman tetap harus dilakukan sekalipun api di permukaan telah padam. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia

    Ketua MPA Sepahat, Abu Bakar, dengan sigap mengambil tindakan cepat menanggulangi kebakaran dengan melaksanakan koordinasi ke seluruh pihak terkait dan turun langsung ke lapangan melaksanakan pemadaman. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia

    Seluruh pihak terkait turun tangan memadamkan kebakaran di Sepahat sebelum meluas. Tampak perwakilan BPBD Kabupaten Bengkalis menyiramkan air ke area yang baru saja terbakar. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia

    Kebakaran diduga disebabkan kelalaian sekelompok pencari madu yang tidak memastikan sisa bara dan bunga api dari peralatannya padam sebelum meninggalkan lokasi. Polsek Bukit Batu langsung memasang garis polisi setelah menemukan peralatan pencari madu tersebut di lokasi kebakaran. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia

    Salah seorang personil kepolisian dari Polsek Bukit Batu turut membantu penyiraman air di sekitar lokasi awal kebakaran.
    Foto: Zainuddin/WWF Indonesia
    Untuk mengakali kekurangan sumber air pemadaman di lapangan, dilakukan pembuatan sumur-sumur alternatif dengan bantuan alat berat. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia
    Srikandi MPA Desa Sepahat yang berjumlah 4 orang aktif berpartisipasi dengan menyediakan logistik bagi para personil di pemadaman. Mereka juga membantu menyirami lahan para proses pendinginan pasca kebakaran. Foto: Zainuddin/WWF Indonesia



    EDITOR:
    Devindra Oktaviano 
    devin.oktaviano@outlook.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad