Riau Biru

  • Breaking News

    61 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30 persen terdeteksi di Provinsi Riau dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 20 Maret 2019 pukul 14.15) --- Sekitar 30 hektar lahan terbakar di sebuah lahan perusahaan di Indragiri Hulu (Go Riau, 20 Maret 2019 pukul 12.30)

    Koordinator PSB UNRI Tinjau Kesiapan Pencegahan Kebakaran Lahan di Desa Batang Duku

    Bersama MPA, koordinator PSB UNRI meninjau sejumlah fasilitas restorasi gambut hasil kegiatan bersama mitra WWF Indonesia

    Koordinator PSB UNRI, Adhy Prayitno (kedua dari kiri), meninjau salah satu sekat kanal kegiatan WWF di Desa Batang Duku. Foto: Devindra Oktaviano

    SUNGAI PAKNING (22/02) -
    Mengawali tahun 2019, Provinsi Riau sebagai pemilik lahan gambut terluas di Sumatra harus menderita kebakaran lahan di sejumlah titik. Berdasarkan rangkuman liputan berbagai media dan temuan lapangan, Riau Biru mencatat hingga Februari saja, sudah lima kabupaten mengalami kebakaran lahan dan kabut asap menyelimuti sepanjang pesisir utara dalam intensitas yang bervariasi.

    Siklus lima tahunan El Nino yang jatuh pada tahun ini dipastikan akan mengamplifikasi potensi kebakaran tersebut hingga puncaknya pada Bulan Juni-Agustus. Berangkat dari situasi di atas, Pusat Studi Bencana (PSB) UNRI mulai mengambil langkah-langkah berbasis observasi di lapangan, salah satunya meninjau lokasi program pencegahan kebakaran lahan program WWF bersama PSB UNRI di Bukit Batu, Bengkalis.

    Koordinator PSB UNRI, Dr. Adhy Prayitno, M.Sc bersama para relawan PSB mengunjungi Desa Batang Duku yang merupakan salah satu lokasi prioritas program WWF pada Kamis (21/02). Didampingi langsung oleh ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat, Trio Paryogi, koordinator PSB sambangi dua unit sekat kanal dan dua unit alat deteksi dini kebakaran lahan (EWS) yang baru terpasang beberapa waktu lalu.

    "Tahun ini kita akan mengalami yang namanya El Nino, puncaknya kira-kira Juni-Juli nanti, mudah-mudahan alat ini (EWS) bisa membantu rekan-rekan MPA dengan mudah memantau peluang terjadinya titik api di desa kita ini (Batang Duku)" jelas Bapak Adhy dalam diskusi kecil di dekat sebuah EWS di Dusun Pulai Bungkuk. Sementara itu, di lokasi lainnya, tim melihat langsung bagaimana sebuah sekat kanal berhasil menahan sejumlah massa air dan tetap membasahi gambut sekitarnya sekalipun wilayah Batang Duku dan sekitarnya sedang dilanda cuaca panas dan kering.

    Bapak Adhy Prayitno memperhatikan komponen EWS yang merupakan salah satu fasilitas andalan MPA Batang Duku dalam pencegahan kebakaran lahan. Foto: Devindra Oktaviano/PSB UNRI
    Secara umum, mantan wakil rektor IV UNRI tesebut merasa puas dengan beberapa infrastruktur prevensi kebakaran yang telah terbangun di desa tersebut. Sejumlah catatan disampaikan seperti perlunya monitoring reguler terhadap kondisi alat deteksi dan struktur sekat kanal serta peningkatan intensitas patroli pada masa-masa rawan. Beliau berharap Trio Prayogi dan kawan-kawan mampu menghindari terulangnya kembali kebakaran besar di kawasan Bukit Batu pada lima tahun lalu yang tentunya dengan dukungan dan komitmen dari berbagai pihak. 

    Tekankan pemberdayaan MPA

    Dalam berbagai forum dan kunjungan lapangan, Adhy Prayitno selalu menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas MPA dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, terutama di daerah berkarakteristik gambut. Pemberdayaan yang integratif menjadi kunci yang beliau tekankan mengingat MPA adalah garda terdepan di level tapak untuk mensosialisasikan aktivitas ramah lingkungan kepada masyarakat desanya. 

    Hal senada kembali beliau utarakan dalam bincang santainya bersama salah seorang anggota MPA yang ditemuinya sedang mengawasi aktivitas membuka lahan oleh warga. Menurutnya, disamping bantuan fasilitas, pemberdayaan dapat diberikan dalam bentuk pemberian pengetahuan dan peningkatan sumber penghidupan yang diinisiasi oleh para pemangku kepentingan terkait. "Kita bisa lihat di salah satu desa yang baru saja kemarin saya kunjungi, pemerintah desanya mengubah status kelembagaan MPA demi mengakomodasi lebih banyak dukungan operasional untuk MPA disamping meningkatkan kesejahteraan para anggota MPA itu sendiri" pungkas Adhy Prayitno sembari menutup diskusi pada kunjungan lapangan hari ini (21/02).

    Pewarta : Devindra Oktaviano 
    Editor    : Devindra Oktaviano 
    © Riau Biru

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad