Riau Biru

  • Breaking News

    61 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30 persen terdeteksi di Provinsi Riau dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 20 Maret 2019 pukul 14.15) --- Sekitar 30 hektar lahan terbakar di sebuah lahan perusahaan di Indragiri Hulu (Go Riau, 20 Maret 2019 pukul 12.30)

    Dua Bulan, Seribu Hektar Lebih Lahan Terbakar di Riau

    Pemadaman lahan yang terbakar di Desa Buruk Bakul, Bukit Batu-Bengkalis, pada akhir Januari lalu. Foto: WWF Indonesia/Samsul Komar
    Memasuki tahun 2019, Provinsi Riau sudah harus dihadapkan dengan kebakaran lahan yang merebak di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kebakaran luas yang simultan di Rupat, Bengkalis dan Dumai telah memaksa Riau menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran lahan pada 19 Februari lalu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, menuturkan kepada Antara News bahwa sejauh ini ada 9 dari 12 kabupaten/kota se Riau yang sedang dan telah terdampak bencana menahun ini dalam kurun waktu dua bulan terakhir. "Titik-titik Api masih cukup banyak terdeteksi di pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, hingga Indragiri Hilir" kata Edwar.

    Berdasarkan pantauan Riau Biru dari Informasi Hotspot LAPAN, sejak hari Minggu lalu hingga berita ini diturunkan, sudah terdeteksi 89 titik panas yang tersebar di seluruh wilayah Riau. Hal ini juga diperkuat oleh Edwar yang menyatakan bahwa dalam 48 jam terakhir luasan lahan terbakar bertambah 150 hektar.

    Edwar juga menjabarkan hingga hari ini total luasan lahan yang terbakar di Riau mencapai 1.136 hektar yang terbagi atas Bengkalis 817 hektar, Rokan Hilir 132 hektar, Dumai 60 hektar, Indragiri Hilir 38 hektar, Pekanbaru 21 hektar, dan Kepulauan Meranti 20 hektar. 

    Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, telah menjadi sorotan hingga pemerintah pusat akibat kebakaran yang mencapai dua ratusan hektar hanya dalam jangka waktu dua minggu saja. Masyarakat lokal telah terdampak akibat kualitas udara yang sangat memprihatinkan dan memaksa dihentikannya aktivitas belajar-mengajar. Kebakaran di kabupaten dengan julukan Negeri Junjungan ini tercatat telah terjadi di lima kecamatannya.

    Sejumlah pihak terkait dan personel gabungan telah diturunkan untuk menanggulangi bencana tersebut dengan berbagai metode seperti pemadaman di darat hingga pemboman air di udara. Namun demikian, hari ini titik panas masih terdeteksi di beberapa wilayah seperti Pekanbaru, Dumai, Rohil, dan Inhil. "Seluruh kekuatan kita upayakan semaksimal mungkin untuk menanggulangi titik-titik api di wilayah itu" pungkas Edwar.

    Devindra Oktaviano 
    devin.oktaviano@outlook.com

    SUMBERAntara News

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad