Riau Biru

  • Breaking News

    61 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30 persen terdeteksi di Provinsi Riau dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 20 Maret 2019 pukul 14.15) --- Sekitar 30 hektar lahan terbakar di sebuah lahan perusahaan di Indragiri Hulu (Go Riau, 20 Maret 2019 pukul 12.30)

    Relawan PSB Kumpulkan Data Hotspot Dari MPA di Sepuluh Desa

    Relawan PSB mengumpulkan data temuan titik api di kantor MPA Desa Sepahat. Foto: Mutiara Damanik / Riau Biru
    PEKANBARU (11/12) - Dalam rangka memetakan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), Relawan Pusat Studi Bencana (PSB) UNRI melaksanakan pengumpulan rekapitulasi data hotspot di lapangan pada 4-11 Desember 2018. Data berupa temuan titik api dari patroli rutin MPA sejak bulan Juni tersebut dikumpulkan dari sepuluh desa di Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Bandar Laksamana: Tanjung Leban, Sepahat, Tenggayun, Api Api, Buruk Bakul, Batang Duku, Pakning Asal, Sejangat, Dompas, dan Pangkalan Jambi.

    Pihak MPA menyambut baik inisiatif relawan PSB tersebut dengan menyodorkan sejumlah rekap data pencatatan yang mereka miliki selama enam bulan terakhir. Berbagai model dan ketersediaan data ditemui para relawan yang merefleksikan perbedaan kapabilitas administratif antar MPA dari setiap desa.

    Di Desa Tanjung Leban misalnya, laporan temuan titik api tersusun relatif rapi namun demikian mereka masih membutuhkan standar model laporan yang lebih baik. Di Desa Buruk Bakul, Ketua MPA Pak Maskuri menunjukkan sebuah surat keterangan bebas api selama 3 bulan pada awal 2018 tapi belum diikuti rincian patroli selama setahun terakhir.

    Berdasarkan hasil pengumpulan data tersebut, secara umum, setiap desa telah menunjukkan komitmen untuk mengarsipkan temuan titik api di lapangan, tetapi beberapa desa menampilkan rekapitulasi data yang lebih sistematis, faktual, dan terarsip berdasarkan frekuensi waktu yang teratur. Salah seorang relawan, Desti Mandari, dari hasil pengamatannya selama di lapangan menyimpulkan "Desa Tanjung Leban dan Desa Sepahat  bisa menjadi contoh bagi desa lainnya yang belum memiliki rekapitulasi data hotspot yang baik atau bahkan belum sama sekali. Kedepannya perlu dilakukan sosialisasi kembali kepada masing-masing kelompok MPA di tiap desa"

    Pengamatan singkat terhadap data titik api yang dipaparkan pihak MPA secara garis besar menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan mengingat minimnya jumlah titik api yang ditemui di lapangan dalam tujuh bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada dua hingga empat tahun yang lalu.

    Pangkalan data profil MPA

    Untuk meningkatkan peran Riau Biru sebagai media pionir dalam mensosialisasikan dan mengembangkan kegiatan pencegahan kebakaran lahan di kawasan Bukit Batu, Relawan PSB berinisiatif membangun sebuah pangkalan data (database) profil dan kerja MPA dari sepuluh desa di atas.

    Oleh karena itu, disamping data hotspot, data administratif pendukung lainnya juga dilampirkan kepada relawan PSB seperti surat-surat keputusan pembentukan dan pengangkatan, daftar hadir patroli, dan inventaris peralatan pemadaman. Pangkalan data kemudian bisa bermanfaat sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan atau penyusunan rencana pemberdayaan dari berbagai pihak kedepannya.

    Relawan PSB berdiskusi dengan salah seorang anggota MPA Desa Tenggayun pada Jumat (7/12). Foto: Maharani / Riau Biru
    Kegiatan para relawan di lapangan tersebut juga sekaligus kesempatan bagi anggota MPA untuk menyampaikan aspirasi. Ketua MPA Desa Api Api, Surya, misalnya mengharapkan bantuan alat pelindung diri yang dapat digunakan ketika melaksanakan pemadamam di lapangan maupun patroli sehari-hari. "Saat ini kami belum punya pakaian pengaman di lapangan, mudah-mudahan kedepannya ada program yang bisa membantu kami mempunyai alat pengaman tersebut" ujar Surya sambil menunjukkan isi gudang inventaris peralatan MPA Desa Api Api.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad