Riau Biru

  • Breaking News

    Riau bebas titik api dalam 24 jam terakhir (LAPAN, 17 Mei 2019, data pukul 13.15 WIB) --- 11 stasiun ISPU KLHK di Provinsi Riau seluruhnya tunjukkan kualitas udara berada pada level hijau/sangat sehat (data tanggal 17 Mei 2019)

    Profil MPA Desa Pangkalan Jambi: Penjaga Api di Perbatasan Bukit Batu

    Kantor Kepala Desa Pangkalan Jambi. Foto: Adei Sembiring/Riau Biru
    Desa Pangkalan Jambi merupakan sebuah wilayah administrasi di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dengan seluas sekitar seribu hektar. Desa tersebut berbatasan dengan Kecamatan Siak Kecil di selatan dan Desa Dompas di utara. Bapak Muhammad Karim merupakan kepala dari desa yang berpenduduk sekitar 1200 jiwa ini. Akses menuju desa tersebut dapat dicapai dengan tiga setengah jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru.

    Pembentukan dan Pengorganisasian

    Lembaga Masyarakat Peduli Api (MPA) Pangkalan Jambi dibentuk oleh pemerintah desa Pangkalan Jambi pada tahun 2015 dengan jumlah personil sebanyak sepuluh orang. Pembentukan ini sebagai respon terhadap kebakaran hebat yang melanda Riau, termasuk kawasan Bukit Batu pada tahun 2014. Bapak Ayub dipercaya pada saat itu menjadi ketua pertama dan terus mengemban amanah tersebut hingga akhir 2017. 

    Ketua MPA Pangkalan Jambi, Syamsi, memgamati salah satu lahan bekas terbakar tahun 2016 di desanya. Foto: Adei Sembiring/Riau Biru
    Berdasarkan keputusan kades tanggal 4 Januari 2018, Bapak Syamsi ditunjuk menjadi ketua MPA Pangkalan Jambi menggantikan Bapak Ayub yang kini ditunjuk menjadi bendahara MPA. Bersamaan dengan keduanya, delapan orang ditunjuk menjadi anggota untuk masa tugas tim selama setahun kedepan. Bapak Syamsi sendiri sebelumnya juga merupakan anggota MPA yang ditunjuk pada November 2015 menggantikan salah seorang anggota lainnya yang mengundurkan diri. Komposisi personil lembaga MPA bentukan awal tahun ini merupakan sebuah "fresh start" mengingat hanya 4 dari total 10 orang yang pernah bertugas pada periode sebelumnya.

    Operasional dan Fasilitas

    Hanya sedikit catatan kebakaran Desa Pangkalan Jambi mengingat luas desa Pangkalan Jambi yang kecil. Desa tersebut bahkan tidak didera malapetaka karhutla tahun 2014 seperti desa-desa lainnya di kawasan Bukit Batu. Berdasarkan keterangan MPA setempat, kebakaran yang signifikan baru terjadi mulai tahun 2015 dan sudah tidak terulang sejak yang terakhir tahun 2017 ketika lahan dengan perkiraan luasan 15 hektar terbakar dan diduga berasal dari sebuah desa di Kecamatan Siak Kecil. Dalam sebuah wawancara dengan tim relawan PSB, Syamsi menyampaikan berdasarkan pengamatannya perkebunan karet cenderung lebih mudah terbakar mengingat jenis pengolaan lahan tersebut tidak membutuhkan kehadiran petani di tempat dalam waktu yang lama untuk perawatan layaknya kebun kelapa sawit. 

    Minimnya kejadian kebakaran ditambah ketiadaan kendaraan operasional membuat MPA desa tersebut tidak menetapkan jadwal patroli yang spesifik untuk pengecekan titik api. Namun demikian, terutama pada musim kemarau, patroli tetap digelar ke lokasi-lokasi berpotensi kebakaran sekalipun dalam skema yang lebih longgar. Jika terjadi sebuah kebakaran, anggota MPA Pangkalan Jambi dapat mencapai lokasi dengan mudah karena mayoritas wilayah desa sudah terhubung dengan jalan semen atau beraspal yang dilalui masyarakat sehari-hari.

    Peralatan operasional MPA Pangkalan Jambi yang tersimpan di kantor desa. Foto: Mutiara Damanik/Riau Biru
    MPA Pangkalan Jambi sudah dilengkapi dengan sejumlah alat diantaranya: 4 unit mesin pompa air beserta selang (dua unit bantuan desa, dua unit bantuan UNDP); 1 unit alat pemadam kebakaran lahan bantuan WWF yang dipakai bersama dengan tiga desa lainnya; dan 1 unit ponsel android bantuan WWF baru-baru ini. Pemerintah desa juga menganggarkan sebesar 35 juta per tahun untuk operasional MPA yang biasanya dibayarkan secara bertahap. Awal Desember lalu, kepala desa Bapak Muhammad Karim juga menyerahkan langsung bantuan seragam kepada personil MPA.

    Pendidikan dan Pendampingan

    Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan pencegahan kebakaran, anggota MPA Pangkalan Jambi sudah mendapat beberapa pelatihan dari berbagai pihak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pemadam Kebakaran kerap menggelar penyuluhan dan pelatihan bagi lembaga-lembaga MPA di wilayahnya. Pada tahun ini, Desa Pangkalan Jambi mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pemadaman yang dilaksanakan Damkar Bengkalis di Desa Pakning Asal, Bukit Batu.

    Ketua MPA Bapak Syamsi sedang mengikuti pelatihan pemadaman oleh Dinas Damkar Bengkalis beberapa waktu lalu.
    Pada akhir Agustus 2016, berlokasi di Desa Buruk Bakul, Lembaga Tanu Rane Dayak dari Kalimantan bekerja sama dengan Riau Hijau memberikan pelatihan pembuatan sumur bor kepada 11 desa rawan bencana di Bengkalis, termasuk Pangkalan Jambi. PT. Pertamina yang mempunyai unit pengolahan minyak yang  tidak jauh dari desa juga pernah menyelenggarakan pelatihan pemadaman pada tahun 2017. Sementara itu, untuk di lapangan, ketua MPA mengklaim bahwa timnya telah membangun dua unit sekat kanal dan empat unit embung. 

    Program pemberdayaan intensif oleh WWF kepada MPA Pangkalan Jambi telah dimulai sejak 2017 dalam kerangka kegiatan tata kelola lahan gambut kawasan Giam Siak Kecil - Bukit Batu. Pada Juli 2017, WWF mengadakan pelatihan pemadaman dan penyerahan alat bagi sepuluh desa di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana. WWF juga mengundang MPA Pangkalan Jambi dalam sejumlah pertemuan dan seminar di Pekanbaru. Tidak lama berselang setelah pelatihan di atas, Pusat Studi Bencana Universitas Riau yang juga bermitra dengan WWF menggelar pelatihan penggunaan aplikasi ponsel Avenza Maps. 

    Personil MPA Pangkalan Jambi melakukan pengecekan terhadap salah satu embung yang dibuat oleh MPA di desa
    Tantangan dan Harapan

    Aspek kesejahteraan selaku anggota MPA merupakan aspirasi yang umum didapati dari berbagai diskusi maupun wawancara langsung di lapangan. Ketua MPA Bapak Syamsi menuturkan bahwa beberapa anggota MPA nya tidak mampu bertahan akibat minimnya fasilitas penghasilan yang didapat serta penundaan pembayaran yang lama. Anggota lama ada yang berhenti karena lebih memilih fokus pada bidang pekerjaan lain yang dianggap lebih mampu meningkatkan kualitas penghidupan. Dalam hal fasilitas operasional, beliau menambahkan bahwa MPA-nya mengharapkan bantuan sepeda motor untuk patroli dan mesin pemadam ringan. 

    Seiring dengan berkurangnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Desa Pangkalan Jambi khususnya, melalui sejumlah pemberdayaan dan komitmen kuat para pihak, MPA Pangkalan Jambi akan mampu konsisten menjadi penjaga api (pencegah kebakaran) di perbatasan kecamatan Bukit Batu.

    PENULIS: Devindra Oktaviano (devin.oktaviano@outlook.com)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad