Riau Biru

  • Breaking News

    WWF dan PSB Gelar Pelatihan EWS Bagi Kelompok MPA di kawasan Bukit Batu

    Bersama relawan PSB UNRI, WWF sosialisasikan alat deteksi dini karhutla kepada MPA dari sepuluh desa

    Suasana Sosialisasi dan Pelatihan EWS Bagi MPA di Desa Dompas. Foto: Riau Biru/Adei Wiranda

    SUNGAI PAKNING (26/11) - Tim WWF bersama dengan relawan PSB UNRI tindak lanjuti pemasangan EWS yang dilaksanakan pada pertengahan Oktober lalu dengan menggelar rangkaian sosialisasi dan pelatihan bagi MPA pada tanggal 23-25 November 2018. Sistem cerdas alat deteksi dini (EWS) kebakaran hutan dan lahan tersebut tersebar hampir merata sebanyak sepuluh unit di sepuluh desa di Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Bandar Laksamana.

    Pagi Jumat (23/11), rangkaian sosialisasi dan pelatihan dimulai di kantor Desa Dompas, Bukit Batu, yang diikuti dua orang perwakilan MPA dari Desa Dompas, Pangkalan Jambi, Sejangat, dan Pakning Asal. Sekretaris desa Dompas, Poniman, menerima langsung kedatangan tim dan memberikan sambutan awal pada kegiatan tersebut:

    "Ini merupakan kesempatan baik bagi kami dan rekan-rekan MPA tentunya untuk mendapat ilmu lebih banyak tentang deteksi kebakaran", sebut Poniman. Dompas menjadi salah satu desa di kawasan Bukit Batu yang banyak mendapat bantuan dan pembinaan dari berbagai pihak sejak desa tersebut menderita kebakaran hebat pada tahun 2014-2015. "Desa Dompas sudah tiga tahun tidak mengalami kebakaran. Sejumlah bantuan internasional telah kami terima yang membuat desa ini bebas kebakaran selama tiga tahun belakangan" tambah Poniman sembari menjelaskan kepada peserta kontribusi WWF selaku lembaga transnasional di Dompas.

    Perwakilan WWF Sumatra Tengah, Samsul Komar, dalam sambutan selanjutnya menyampaikan kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tata kelola gambut berkelanjutan pada tahun lalu. Alat deteksi dini yang diperkenalkan WWF pada saat ini di Bukit Batu pun juga merupakan alat yang sama yang dipasang di Jambi setahun sebelumnya dan manfaatnya masih bisa dirasakan hingga tahun ini.

    Di Desa Dompas dan di desa selanjutnya pada dua hari berikutnya, Herman Tohari dari mitra pengadaan alat PT. ERI menegaskan tujuan dari kegiatan tersebut terdiri atas tiga poin utama: memperkenalkan tujuan dan manfaat dari keberadaan alat, memberikan paparan umum komponen dan cara kerja alat, dan memberikan panduan perawatan alat tersebut.

    Mengidentifikasi potensi kebakaran lahan merupakan tujuan terpenting dari dipasangnya EWS. "Kalau di sejumlah institusi alatnya membunyikan alarm ketika sudah terjadi kebakaran, kalau EWS ini sudah bip bip (suara alarm peringatan) sejak potensi kebakaran mulai terdeteksi" jelas Herman.

    Di dalam ruangan tersebut, vendor EWS juga menampilkan dan menjelaskan perawatan sejumlah sensor, diantaranya: sensor tinggi muka air, sensor gas, sensor curah hujan, sensor kecepatan angin, dan sensor arah angin serta komponen utama kotak data logger-konsentrator dan panel surya

    Sosialisasi dan pelatihan kemudian ditutup dengan finalisasi pemasangan EWS di lapangan yang disaksikan para anggota MPA peserta kegiatan tersebut.

    Antusiasme di Desa Api Api dan Tanjung Leban

    Pelatihan hari kedua berlangsung di Desa Api Api yang diikuti perwakilan MPA dari Desa Batang Duku, Tenggayun, dan desa tuan rumah tentunya. Edi Erizal, kepala desa Api Api membuka langsung pelatihan. Beliau menyampaikan terima kasih atas rangkaian pemberdayaan yang dilaksanakan di desanya setelah sebelumnya Api Api mendapat bantuan alat pemadam kebakaran lahan dari WWF.

    Sejumlah pertanyaan mengemuka dari peserta yang antusias ingin mempelajari perangkat tersebut lebih dalam. Mayoritas diskusi berkisar tentang ketahanan alat terhadap cuaca dan kemampuan berbagi data dan metode pembacaan data.

    Foto bersama pasca sosialisasi dan pelatihan EWS di Desa Api Api. Foto: Riau Biru/Fengki
    Tanjung Leban menjadi tuan rumah sosialisasi dan pelatihan untuk MPA Desa Buruk Bakul, Tanjung Leban, dan Sepahat di hari ketiga, Minggu (25/11). Mengawali acara, Samsul Komar menjelaskan ada tiga tujuan digelarnya pelatihan tersebut, yaitu: meningkatkan kapasitas MPA melalui pengenalan alat EWS, mewujudkan MPA dan masyarakat yang lebih tanggap atas bencana kebakaran melalui penggunaan alat yang terkoneksi ke ponsel Android tersebut, dan mengembangkan sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan perangkat dan aplikasi lainnya.

    Keunggulan sistem cerdas EWS WWF

    Ayu Aizatul Natasya, salah seorang relawan PSB UNRI mengemukakan ada beberapa kelebihan Early Warning System/EWS tersebut ketimbang alat dengan fungsi serupa yang telah dipasang beberapa pihak di sejumlah titik. "Pertama, lebih mudah dirakit, tidak memerlukan keahlian teknis dan perkakas khusus" ujar Ayu.

    Komponen utama, sensor, dan tiang penyangga dapat dihubungkan melalui sambungan baut biasa dan tinggal ditanam pada titik yang telah ditentukan. Pengalaman inisiasi instalasi EWS beberapa waktu lalu sudah membuktikan MPA mampu berperan aktif dalam perakitan tersebut.

    "Kedua, mudah diakses, tidak perlu perangkat yang sedemikian canggih atau spesifikasi gawai yang begitu tinggi" imbuh Ayu. Ponsel biasa dengan kemampuan berselancar di dunia maya sudah cukup untuk melihat berbagai data indikator potensi kebakaran melalui tautan daring data EWS. Belum lagi dalam waktu dekat, pemegang ponsel cerdas bisa mendapatkan notifikasi EWS dengan mudah melalui aplikasi percakapan Telegram yang dapat diunduh secara gratis.

    Ketiga, sistem deteksi dini kebakaran akan bekerja optimal ketika semua pemangku kepentingan dapat terhubung dengan sistem tersebut. WWF telah memastikan, akses akan diberikan hingga kepada masyarakat di tingkat tapak seperti anggota MPA mengingat pengoperasian EWS memungkinkan sistem berbagi data yang lebih luas.

    "Terakhir, data yang dihasilkan alat ini bisa diakses siapapun, temasuk bapak-bapak MPA. Ini alat ada di desa bapak, datanya diambil dari desa bapak, dan tentunya bapak punya hak atas data yang dihasilkannya" ujar Ayu sambil menutup sosialisasi dan pelatihan di Dompas.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad