Riau Biru

  • Breaking News

    Perkuat Kapasitas Komunikasi, WWF Berikan Bantuan Android ke MPA di Bukit Batu

    Perwakilan WWF serahkan bantuan satu unit ponsel Android ke koordinator MPA Desa Pakning Asal. Foto: Devindra Oktaviano / Riau Biru
    PEKANBARU (03/11) – Kapasitas teknologi dan komunikasi memainkan peran vital dalam melaksanakan berbagai pekerjaan pada era modern, termasuk urusan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. WWF program Sumatra Tengah memandang bahwa konektivitas, kecepatan dan akurasi data yang handal akan mengoptimalkan pengumpulan data dari lapangan demi pengambilan langkah preventif terhadap potensi kebakaran lahan tersebut. Oleh karena itu, pada tahun ini WWF mengalokasikan 10 unit ponsel berbasis Android kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di 10 desa intervensi program pemberdayaan kawasan Giam Siak Kecil-Bukit Batu.

    Jumat (18/10) berbarengan dengan penyerahan bantuan alat pemadam kebakaran lahan, WWF bersama tim relawan PSB UNRI memberikan perangkat Android pertama ke MPA Desa Buruk Bakul. Dihadapan kepala desa dan sekretaris, perwakilan WWF Bapak Rianto menyerahkan satu unit ponsel Android baru kepada Bapak Amsar, wakil ketua MPA Desa Buruk Bakul.

    Di hari yang sama, WWF menyerahkan perangkat serupa ke Desa Api Api, Sepahat, dan Tanjung Leban. Pihak desa dan MPA merespon sangat baik pemberian tersebut dan menyampaikan siap memaksimalkan fungsi ponsel tersebut untuk meningkatkan kinerja mitigasi kebakaran di desanya.

    Tim melanjutkan penyerahan esoknya ke Desa Batang Duku, Tenggayun, Sejangat, Pakning Asal, dan Dompas. Di Sejangat misalnya, anggota MPA yang diketuai oleh Syaiful sangat berterima kasih atas bantuan tersebut pasalnya MPA Desa Sejangat baru saja pengangkatan anggota yang sepenuhnya baru dan belum ada diberikan pembinaan maupun bantuan apapun.

    Foto bersama relawan PSB UNRI usai penyerahan bantuan ponsel Android ke MPA Desa Sejangat. Foto: Devindra Oktaviano / Riau Biru
    Di Desa Dompas, sekretaris desa Bapak Poniman, juga menyampaikan rasa terima kasihnya dan siap untuk mendukung segala bentuk kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang diselenggarakan oleh WWF dan PSB UNRI di desanya. “Kami ucapkan terima kasih dan kami bangga bahwa Dompas (kalau) soal pencegahan kebakaran hutan tak pernah ditinggal. Semoga Dompas dan Riau umumnya bebas asap kedepannya” kata Poniman sembari menandatangani dokumen serah terima.

    Terintegrasi EWS

    Sistem cerdas deteksi dini kebakaran lahan (Early Warning System – EWS) yang dipasang oleh WWF pada rangkaian kunjungan lokasi yang sama, memiliki kemampuan untuk memperbaharui informasi secara real time ke ponsel Android. Anggota MPA sebagai pihak yang berhak dan berkepentingan atas informasi tersebut tentunya harus dilengkapi dengan perangkat tersebut.

    Kamaluddin, salah seorang relawan PSB UNRI yang sudah kedua kalinya mengikuti kegiatan WWF tersebut mengemukakan bahwa penyerahan Android merupakan manifestasi nyata WWF dalam menuntaskan kendala peningkatan kapasitas MPA di lapangan. Pada tahun lalu misalnya, pelatihan penggunaan aplikasi perekaman aktivitas berbasis GPS via satelit yang ditaja oleh PSB UNRI menjadi kurang efektif setelah ditemui banyak diantara kelompok MPA belum memiliki ponsel pintar sekalipun untuk kebutuhan pribadi. “…pas simulasi di lapangan kurang efektif, sekarang harapan tahun lalu akhirnya terijabah juga, berharap bantuan ini dapat meningkatkan kerja MPA ”ujar Kamaluddin.

    Aplikasi perpesanan dan percakapan berbasis Android sangat mengakomodir koordinasi antar pihak dalam mengambil tindakan baik sebelum maupun saat terjadi kebakaran. Ponsel pintar juga mampu menggantikan sejumlah fungsi alat seperti GPS yang belum tentu dimiliki oleh setiap anggota MPA.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad