Riau Biru

  • Breaking News

    WWF Serahkan Bantuan Alat Pemadaman Kebakaran ke Sejumlah MPA di Bukit Batu

    Foto bersama penyerahan bantuan seperangkat alat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Buruk Bakul. Foto: Heri Irawan / Riau Biru
    Pekanbaru (24/10) - Dalam rangka meningkatkan kemampuan Masyarakat Peduli Api dalam menanggulangi kebakaran hutan  dan lahan, WWF menyerahkan bantuan alat pemadaman ke sejumlah desa di Bukit Batu dan Bandar Laksamana pada Jumat (18/10). Alat-alat ini diserahkan langsung oleh WWF Central Sumatra kepada anggota MPA dan disaksikan oleh perwakilan WWF Indonesia, kepala desa beserta jajaran, dan para relawan PSB UNRI.

    Desa Buruk Bakul menjadi desa pertama dalam rangkaian penyerahan alat yang dilaksanakan selama dua hari hingga Sabtu tersebut. Rombongan WWF dan relawan PSB UNRI diterima langsung oleh kepala desa Bapak Sunaryo, sekretaris desa Bapak Yusuf, dan wakil ketua MPA Bapak Amsar beserta anggota.  

    Samsul Komar, manajer kegiatan WWF dalam sambutannya menyampaikan harapan agar alat-alat yang diberikan tersebut mampu sepenuhnya mendukung kerja MPA di lapangan. Harapan ini langsung diamini pihak desa yang secara simbolik langsung menerima penyerahan dengan menandatangani berita acara penyerahan kedua belah pihak

    Rianto, pihak dukungan teknis WWF memaparkan seperangkat alat tersebut terdiri atas mesin pompa air besar Mark 3 yang mampu menyemburkan air hingga 370 liter per menit, 10 gulung selang, 1 jirigen solar berkapasitas 20 liter serta komponen-komponen pendukung lainnya. Diwawancarai langsung oleh Riau Biru, Rianto menyampaikan bantuan dengan nilai yang relatif fantastis ini merupakan manifestasi komitmen kuat WWF untuk meningkatkan kapasitas MPA dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan gambut. "Ini salah satu bantuan fasilitas terbesar di wilayah Riau yang pernah saya serahkan" ujar Rianto.

    Lima desa target

    Berdasarkan hasil sosialisasi oleh relawan PSB pada September lalu serta masukan dari sejumlah pihak, WWF mengidentifikasi setidaknya ada lima desa yang sementara ini paling membutuhkan bantuan alat-alat pemadam kebakaran. Setelah di Buruk Bakul, WWF melanjutkan agenda penyerahan ke Desa Api-Api, Batang Duku, Tanjung Leban, dan Pakning Asal.

    Di Desa Api Api, Kepala desa Edi Ferizal, Ketua MPA Surya, sejumlah perangkat desa dan sebagian anggota MPA dengan antusias hadir langsung menerima sejumlah bantuan fasilitas pemadaman dari WWF. Sesuai dengan aspirasi MPA yang membutuhkan peralatan pemadaman yang lebih ringan untuk Desa Api Api, WWF menyerahkan varian pompa air yang lebih kecil yakni Mini Striker.

    Dalam wawancaranya dengan Riau Biru, Edi Ferizal berharap WWF tetap menjaga komitmennya untuk terus memberdayakan desanya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. “Saya berharap kegiatan WWF terus berlanjut dan WWF bisa memberikan sumbangsih ke desa kami berupa ide atau fasilitas kedepannya” ujar Edi Ferizal sambil menutup rangkaian acara serah terima.

    Desa Tanjung Leban dengan wilayah yang luas dan mempunyai sejarah kebakaran yang masif tetap mendapat perhatian yang serius dari WWF. Mini Striker beserta perangkat dukungan diserahkan WWF kepada MPA dan disaksikan langsung oleh sekretaris desa, Bapak Umar.


    Sekretaris desa Tanjung Leban, tim WWF, anggota MPA desa, dan relawan PSB UNRI berfoto bersama penyerahan alat pemadaman. Foto: Heri Irawan / Riau Biru 

    Sama seperti yang diberikan ke MPA Buruk Bakul sebelumnya, Mark 3 diberikan ke MPA Batang Duku mengingat mereka membutuhkan pompa air yang berkapasitas besar untuk pemadaman. Sementara itu desa Pakning Asal dengan antusias menerima bantuan sepuluh gulung selang air. Bantuan ini diterima langsung oleh sekretaris desa Rozilah, ketua MPA Mislan, dan koordinator regu Asnawir Saputra.

    Pemberdayaan yang komprehensif

    WWF menyadari bahwa pemberdayaan kapasitas MPA harus bersifat komprehensif, tidak hanya sebatas pada pembinaan pengetahuan dan sikap, namun juga harus diikuti dengan bantuan peralatan operasional. Alat-alat tersebut merupakan instrumen yang tepat bagi para anggota MPA untuk mengimplementasikan ilmu dan kemampuan teknis yang umumnya sudah mereka dapatkan dari pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai pihak

    Pompa air merupakan peralatan kunci dalam penanggulangan kebakaran di hutan dan lahan. Kedua jenis pompa air yang diberikan WWF memiliki kualifikasi yang luar biasa dalam memadamkan api di dalam kondisi ekstrim. Keduanya pun dapat disandang untuk memudahkan mobilitas MPA di lahan gambut yang lebih berat dari medan lahan mineral biasanya.

    Penyerahan alat tersebut bukan dimaksudkan untuk memperluas fungsi MPA dan tentunya bukan untuk mengharapkan datangnya kembali kebakaran yang besar. Namun demikian ketangkasan MPA masih dibutuhkan sewaktu-waktu kebakaran dalam skala besar terjadi. "Saya senang sekali mendapat bantuan alat-alat ini, tapi tetap saja saya berharap jangan sampai lah pompa ini terpakai, karena saya tak ingin lagi ada kebakaran di desa" tutur Pak Amsar kepada Riau Biru seusai sesi foto bersama penyerahan alat.




    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad